Transfusi & Komponen Darah

Panduan kerja UPDRS / Bank Darah RS: golongan darah, crossmatch gel, skrining antibodi, pembuatan komponen, dosis, evaluasi pasca transfusi, dan reaksi transfusi.

Alur transfusi dari pembuluh darah donor ke pasien

Setiap tahap punya titik kritis. Klik modul di bawah untuk alat bantu interpretasi dan kalkulator.

Prinsip keselamatan yang tidak boleh dilewati

  • Identifikasi pasien minimal 2 identitas (nama + tanggal lahir/No. RM) saat pengambilan sampel dan di samping tempat tidur.
  • Label tabung ditulis di samping pasien, segera setelah sampel diambil.
  • Sampel uji silang berlaku ≤ 3 hari (72 jam) bila pasien ditransfusi atau hamil dalam 3 bulan terakhir.
  • Satu unit PRC selesai ≤ 4 jam sejak keluar dari suhu terkendali.
  • Pantau tanda vital sebelum, 15 menit pertama, tiap jam, dan akhir transfusi.
  • Hentikan transfusi segera bila muncul gejala reaksi, pertahankan jalur infus NaCl 0,9%.

Golongan darah ABO & Rh(D) metode gel

Pilih derajat reaksi tiap mikrotube. Gambar kartu dan interpretasi berubah langsung. Golongan baru sah bila pemeriksaan sel (forward) dan serum (reverse) sesuai, dan kontrol negatif.

Masukan reaksi

Interpretasi

Pola reaksi normal

GolonganAnti-AAnti-BSel A1Sel BAntigen di selAntibodi di serumFrekuensi kira-kira di Indonesia*
A4+002–4+Aanti-B±25%
B04+2–4+0Banti-A±30%
AB4+4+00A dan Btidak ada±7%
O002–4+2–4+tidak ada (H)anti-A, anti-B, anti-A,B±38%

*Perkiraan kasar dari berbagai laporan donor; bervariasi menurut daerah. Rh(D) negatif di Indonesia < 1%, sehingga stok D-negatif perlu direncanakan khusus.

Penyebab diskrepansi ABO dan langkah penyelesaian

KelompokTemuanPenyebab umumLangkah
I – reverse lemah/hilangReaksi sel A1/B lebih lemah dari harapan atau negatifNeonatus < 4–6 bulan, lansia, hipogamaglobulinemia, imunosupresi, transplantasi sumsumInkubasi serum + sel 15–30 menit suhu ruang / 4 °C (dengan kontrol sel O & autokontrol); cek kadar Ig
II – forward lemah/hilangAnti-A/anti-B lemah, mixed fieldSubgrup A (A2, A3, Ax), leukemia, antigen B didapat, transfusi non-identik, transplantasi beda ABOAnti-A1 lektin, anti-A,B, inkubasi lebih lama, riwayat transfusi/transplantasi, uji saliva sekretor
III – protein/plasmaReaksi tambahan semua sel, rouleauxMieloma, makroglobulinemia, dekstran/HES, Wharton’s jelly (sampel tali pusat)Cuci sel 3× dengan NaCl, teknik saline replacement untuk reverse
IV – lain-lainReaksi tak terduga di reverseAnti-A1 pada A2/A2B, alloantibodi dingin (anti-M, anti-P1, anti-Lea), autoantibodi dingin, polyaglutinasiUji pada 37 °C, prewarm, autoadsorpsi dingin, sel skrining pada suhu ruang

Selama diskrepansi belum terselesaikan dan transfusi mendesak: berikan PRC golongan O (D sesuai) dan plasma/trombosit golongan AB.

Matriks kompatibilitas ABO menurut komponen

Sel darah merah (PRC)

Plasma (FFP, kriopresipitat)

KompatibelBisa, pilihan kedua (perhatikan titer/volume)Inkompatibel
KomponenAturan ABOAturan Rh(D)
PRC / WE / sel cuciSel donor harus kompatibel dengan antibodi plasma pasienD-negatif untuk pasien D-negatif, terutama perempuan usia subur & anak
Whole bloodHarus ABO identikIdentik
FFP, plasma, kriopresipitatPlasma donor kompatibel dengan sel pasien; AB = donor plasma universalTidak perlu dicocokkan
Trombosit (TC)Utamakan ABO identik; bila tidak ada, pilih yang plasmanya kompatibel. Hindari plasma O titer tinggi untuk penerima non-O (anak kecil)D-negatif untuk perempuan D-negatif usia subur; bila terpaksa D-positif, beri imunoglobulin anti-D

Crossmatch metode gel (LISS/Coombs)

Gel berfungsi sebagai saringan. Sel yang teraglutinasi tertahan di atas atau di dalam gel; sel yang tidak teraglutinasi turun ke dasar mikrotube saat sentrifugasi.

Derajat reaksi pada mikrotube gel

Baca dalam 30 menit setelah sentrifugasi, kartu tegak di depan latar putih terang. Gelembung udara, fibrin, atau sel tertinggal di dinding bisa menyerupai reaksi lemah: ulangi bila ragu.

Pembanding: derajat reaksi metode tabung (setelah sentrifugasi dan dikocok lembut)

Interpretasi crossmatch otomatis

Mayor = serum pasien + sel donor. Minor = plasma donor + sel pasien. AC (autokontrol) = serum pasien + sel pasien. DCT = sel pasien langsung pada AHG.

Tabel pola hasil crossmatch

MayorMinorACKemungkinan penyebabTindakanStatus
−−−KompatibelDarah dapat dikeluarkanKeluarkan
−+−Antibodi ireguler dalam plasma donorGanti kantong donor. Darurat: PRC dengan plasma minimal atau Washed Erythrocyte. Informasikan ke UTDGanti donor
−++Sel pasien terlapisi antibodi (DCT positif): autoantibodi, obat, reaksi lambatBandingkan derajat: minor ≤ AC → dapat dikeluarkan dengan catatan. Minor > AC → curigai antibodi di plasma donor, ganti donorBersyarat
+−−Alloantibodi ireguler pasien terhadap antigen donor, atau salah golongan ABOPeriksa ulang golongan pasien & donor; skrining & identifikasi antibodi; pilih donor antigen-negatifJangan keluarkan
++−Golongan ABO pasien/donor tidak sesuai, kesalahan identitas sampelUlang golongan darah pasien dan donor dari sampel baru; telusuri kesalahan administrasiJangan keluarkan
+++Autoantibodi (AIHA tipe hangat) ± alloantibodiMayor ≤ AC → pilih unit dengan derajat terendah, keluarkan atas persetujuan DPJP, transfusi pelan & awasi. Mayor > AC → curigai alloantibodi tambahan: skrining, adsorpsi, rujukBersyarat

Skrining & identifikasi antibodi ireguler

Skrining memakai 2–3 sel golongan O dengan fenotipe diketahui (antigram). Hasil positif dilanjutkan identifikasi dengan panel 10–11 sel.

Skrining 3 sel

Antigram sel skrining (contoh)

Antigram ini contoh ilustratif. Selalu gunakan antigram dari lot reagen yang dipakai.

Pola hasil skrining antibodi

Sel skriningAC / DCTInterpretasiLangkah berikut
Semua negatif−Tidak terdeteksi alloantibodi iregulerCrossmatch; antibodi terhadap antigen frekuensi rendah tetap mungkin lolos
Sebagian positif−Alloantibodi tunggal atau gandaPanel identifikasi, rule-out, fenotipe pasien, pilih donor antigen-negatif
Semua positif, derajat sama−Antibodi terhadap antigen frekuensi tinggi, atau beberapa alloantibodiPanel + enzim, sel langka, rujuk laboratorium rujukan imunohematologi
Semua positif, derajat berbeda−Alloantibodi ganda, efek dosisPanel lengkap, panel enzim, seleksi sel
Semua positif+Autoantibodi hangat ± alloantibodi tersamarDAT monospesifik, eluasi, autoadsorpsi (bila tak ditransfusi 3 bulan) atau alloadsorpsi
Semua negatif+Antibodi terikat sel tanpa antibodi bebas: AIHA awal, obat, reaksi hemolitik lambat, HDFNDAT IgG/C3d, eluasi + panel eluat, riwayat transfusi & obat
Positif + AC mixed fieldDPAlloantibodi baru terhadap sel yang baru ditransfusikanCurigai reaksi hemolitik lambat (DHTR): eluasi, LDH, bilirubin, haptoglobin

Panduan panel identifikasi 11 sel

Panel dikerjakan bila skrining antibodi positif. Tujuannya menjawab tiga pertanyaan: antibodi apa, apakah ada lebih dari satu, dan darah donor apa yang aman.

1. Istilah yang perlu dipahami

IstilahArtiContoh
Sel panel10–11 vial sel darah merah golongan O dari donor berbeda, fenotipe antigennya sudah diketahuiID-DiaPanel, Surgiscreen/Resolve
AntigramLembar tabel yang menyertai tiap lot panel: baris = nomor sel, kolom = antigen, isi + (ada) atau 0 (tidak ada)Sel 3: E +, e 0
HomozigotSel hanya membawa satu dari pasangan alel, sehingga antigennya “dosis ganda” dan bereaksi lebih kuatJk(a+b−), E+e−, M+N−
HeterozigotSel membawa kedua alel (dosis tunggal); antibodi lemah bisa tidak bereaksiJk(a+b+), E+e+
Efek dosisAntibodi bereaksi lebih kuat dengan sel homozigot daripada heterozigotKhas anti-Jka, anti-Jkb, Rh, Fy, MNS
Rule-out (eksklusi)Mencoret antigen yang ada pada sel non-reaktif: bila antibodinya ada, sel itu pasti bereaksiSel negatif ber-antigen K → coret anti-K
Rule-inMencocokkan pola: antigen kandidat ada di semua sel reaktif dan tidak ada di sel non-reaktifKolom E = kolom reaksi
Rule of threeMinimal 3 sel antigen-positif reaktif dan 3 sel antigen-negatif non-reaktif, agar kesimpulan bermakna statistik (p ≤ 0,05)Bila hanya 2 sel K+ → tambah sel K+
Sel seleksiSel tambahan (lot panel lain/sel skrining) yang dipilih khusus untuk menyingkirkan atau memastikan antigen tertentuSel E−, Jk(a+b−) untuk menyingkirkan anti-Jka

2. Langkah kerja di meja (metode gel LISS/Coombs)

Volume di bawah mengikuti contoh sistem Bio-Rad ID. Untuk Ortho BioVue atau merek lain, ikuti sisipan kemasan.

a. Persiapan sampel & data. Sampel EDTA pasien, disentrifus. Sampel ≤ 3 hari bila pasien ditransfusi atau hamil dalam 3 bulan terakhir. Catat riwayat transfusi (kapan terakhir), kehamilan, obat (IVIG, anti-D, daratumumab), diagnosis, dan hasil skrining.
b. Cek reagen. Pastikan nomor lot panel sama dengan nomor lot lembar antigram, belum kedaluwarsa, dan tidak hemolisis. Biarkan reagen dan kartu mencapai suhu ruang.
c. Siapkan kartu. 2 kartu LISS/Coombs = 12 mikrotube: sel 1–11 + autokontrol (AC). Tulis nomor sel dan identitas pasien di kartu. Buka foil tepat sebelum dipakai.
d. Suspensi sel pasien untuk AC. 1 ml ID-Diluent 2 + 10 µl sel pasien yang sudah mengendap (≈ 0,8%).
e. Pipet sel. 50 µl suspensi sel panel 0,8% (homogenkan dulu dengan dibolak-balik perlahan) ke mikrotube sesuai nomor; 50 µl suspensi sel pasien ke mikrotube AC.
f. Pipet plasma. 25 µl plasma/serum pasien ke semua 12 mikrotube.
g. Inkubasi 15 menit pada 37 °C.
h. Sentrifus 10 menit pada sentrifus kartu gel.
i. Baca & catat segera. Tulis derajat tiap mikrotube (0, ±, 1+ s/d 4+, DP, H) di kolom reaksi formulir panel, di samping antigram. Jangan menafsirkan sebelum semua reaksi tercatat.
j. Fase tambahan bila perlu. Kartu NaCl suhu ruang/4 °C untuk antibodi dingin (anti-M, anti-Lea, anti-P1); panel sel enzim (papain) untuk memisahkan antibodi ganda (Fy, M, N, S dirusak enzim; Rh, Kidd diperkuat).

Contoh hasil kartu (pola anti-E)

3. Langkah analisis

NoLangkahYang dilakukanHasil yang dicari
1Nilai autokontrolLihat mikrotube ACAC negatif → alloantibodi, lanjut langkah 2. AC positif → autoantibodi/DAT positif: periksa DAT, adsorpsi dulu; bila AC mixed field dan baru ditransfusi → curigai DHTR
2Lihat pola umumHitung sel reaktif, bandingkan kekuatan reaksi, perhatikan faseSemua sel sama kuat → antigen frekuensi tinggi. Kekuatan bervariasi → efek dosis atau antibodi ganda. Hanya reaktif dingin → IgM, umumnya tidak bermakna klinis
3Rule-out (coret)Ambil sel non-reaktif satu per satu. Coret setiap antigen yang + pada sel itu. Untuk C/c, E/e, Fya/Fyb, Jka/Jkb, M/N, S/s: coret hanya bila sel homozigot (pasangan alelnya 0). D, K, Lea, Leb, P1 boleh dicoret dengan satu selAntigen yang tidak tercoret = kandidat
4Cocokkan pola (rule-in)Bandingkan kolom antigen kandidat dengan kolom reaksi, baris demi barisKandidat yang “+ tepat di sel reaktif dan 0 tepat di sel non-reaktif” = antibodi yang paling mungkin
5Rule of threeHitung sel antigen+ reaktif dan sel antigen− non-reaktifKeduanya ≥ 3 → kesimpulan sah. Kurang → tambah sel seleksi
6Singkirkan kandidat sisaKandidat yang belum tercoret tetapi polanya tidak cocok harus diuji dengan sel seleksi: negatif untuk antibodi utama dan positif homozigot untuk antigen sisaSel seleksi non-reaktif → antigen sisa tersingkir. Reaktif → ada antibodi kedua
7Fenotipe pasienPeriksa antigen pada sel pasien dengan antiseraAntigen tersebut harus negatif pada pasien (alloantibodi tidak dibuat terhadap antigen sendiri). Tidak sahih bila transfusi < 3 bulan → pakai sel retikulosit atau genotipe
8Pilih darah & dokumentasiFenotipe unit donor, crossmatch fase AHGBerikan unit antigen-negatif dan kompatibel. Catat antibodi di rekam medis dan kartu antibodi pasien seumur hidup, informasikan DPJP & pasien

Jumlah kantong yang perlu difenotipe ≈ jumlah unit dibutuhkan ÷ frekuensi antigen-negatif di populasi donor. Contoh: perlu 2 unit, antigen-negatif 50% → fenotipe ±4 kantong. Antibodi ganda: kalikan frekuensinya (50% × 30% = 15% → ±13 kantong).

4. Contoh berjalan langkah demi langkah

5. Jebakan yang sering terjadi

MasalahTandaJalan keluar
Efek dosisSel heterozigot negatif/lemah, homozigot kuatJangan mencoret dengan sel heterozigot; pakai sel homozigot atau panel enzim
Antibodi Kidd evanescentReaksi lemah atau sudah tak terdeteksi, tetapi riwayat DHTRTelusuri catatan antibodi lama; tetap beri darah Jk-negatif
Antibodi gandaTidak ada satu kolom yang cocok; kekuatan reaksi bervariasiCari 2 kandidat yang gabungannya menjelaskan semua sel reaktif; panel enzim; sel seleksi
Antibodi dinginReaksi pada suhu ruang, lemah/hilang pada 37 °CPrewarm 37 °C; anti-M, anti-Lea, anti-P1 umumnya tidak bermakna bila tidak reaktif di AHG 37 °C
Antigen frekuensi tinggiSemua sel panel positif, AC negatifRujuk ke laboratorium imunohematologi rujukan; skrining donor keluarga
Antigen frekuensi rendahHanya 1 sel reaktif, tidak ada antigen di antigram yang cocokMis. anti-Mia, anti-Dia, anti-Wra: cek antigen tambahan di antigram lot; crossmatch AHG umumnya cukup
Antibodi pasifAnti-D lemah pada ibu yang mendapat imunoglobulin anti-D; antibodi dari IVIG/plasmaTelusuri riwayat obat; anti-D pasif titer rendah (≤ 4)
Obat daratumumab (anti-CD38)Semua sel panel positif lemah, AC negatifPerlakuan sel panel dengan DTT; tanyakan riwayat terapi mieloma
RouleauxSemua mikrotube positif lemah, termasuk ACSaline replacement (metode tabung), cuci sel
Salah antigramPola tidak masuk akalPastikan lot lembar antigram sama dengan lot sel panel

6. Cara memakai alat panel di bawah

  1. Samakan antigram dengan lembar lot Anda: klik kotak + / 0 untuk mengubahnya (antigram awal hanya contoh).
  2. Isi derajat reaksi tiap sel di kolom Reaksi, lalu isi Autokontrol.
  3. Biarkan pilihan aturan dosis tercentang (standar kerja).
  4. Baca warna judul kolom: abu-abu dicoret = tersingkir, kuning = belum tersingkir, merah muda = polanya cocok.
  5. Baca tabel kandidat:
    • Ag+ reaktif: sel yang punya antigen dan bereaksi (mendukung).
    • Ag− non-reaktif: sel tanpa antigen dan tidak bereaksi (mendukung).
    • Ag− tapi reaktif: ada sel reaktif yang tidak dijelaskan antigen ini → curigai antibodi lain.
    • Ag+ tapi non-reaktif: biasanya sel heterozigot (efek dosis) atau antibodi lemah.
  6. Ikuti kalimat kesimpulan dan langkah 5–8 di atas: rule of three, sel seleksi, fenotipe pasien, pemilihan darah.

Panel identifikasi 11 sel + rule-out otomatis

Isi derajat reaksi tiap sel. Antigen yang ada pada sel non-reaktif dicoret (rule-out). Klik sel antigram (+/0) untuk menyesuaikan dengan antigram lot reagen Anda. Contoh awal: pola anti-E.

Antibodi ireguler bermakna klinis

AntibodiKelas IgFase optimalEnzimReaksi hemolitikHDFNCatatan
Anti-DIgGAHG 37 °C↑Ya, beratBeratProfilaksis anti-D pada ibu D-negatif
Anti-cIgGAHG↑YaSedang–beratSering bersama anti-E pada R1R1
Anti-EIgG (kadang IgM)AHG↑YaRingan–sedangAlloantibodi Rh paling sering ditemukan
Anti-C, anti-eIgGAHG↑YaRingan–sedangAnti-e bisa tampak sebagai autoantibodi
Anti-KIgGAHGtetapYaBerat (menekan eritropoiesis)Pilih donor K-negatif (~91% populasi Kaukasia; di Asia K+ sangat jarang)
Anti-Fya / FybIgGAHGdirusakYaRingan–beratHilang pada panel enzim (papain/ficin)
Anti-Jka / JkbIgG, ikat komplemenAHG↑Ya, sering lambat (DHTR)RinganTiter cepat turun (evanescent); efek dosis kuat. Catat seumur hidup di kartu pasien
Anti-S / s / UIgGAHGbervariasiYaRingan–berat
Anti-Mia (Mur)IgG/IgMSuhu ruang & AHGdirusakYaYaRelevan di Asia Tenggara; pastikan sel skrining memuat Mia+
Anti-DiaIgGAHGtetapYaYaAntigen Dia lebih sering pada populasi Asia/Mongoloid
Anti-MIgM (± IgG)Suhu ruang / 4 °CdirusakJarangJarangBermakna hanya bila reaktif pada 37 °C / AHG
Anti-N, anti-P1IgMDinginN dirusak, P1 ↑JarangTidakUmumnya tidak bermakna klinis
Anti-Lea / LebIgMSuhu ruang↑JarangTidakAntigen Lewis tidak berkembang pada sel janin

Interpretasi DAT (Direct Antiglobulin Test) monospesifik

Anti-IgGAnti-C3dKemungkinan
+−AIHA tipe hangat, reaksi hemolitik lambat, HDFN, antibodi akibat obat (penisilin, sefalosporin)
++AIHA tipe hangat, SLE, kompleks imun akibat obat
−+Penyakit aglutinin dingin, paroxysmal cold hemoglobinuria (antibodi Donath-Landsteiner), AIHA IgM hangat, reaksi transfusi inkompatibel ABO
−−Bila tetap ada hemolisis: AIHA DAT-negatif (IgA, IgG afinitas rendah), hemolisis non-imun (mikroangiopati, enzimopati, membranopati)

Komponen darah: penyimpanan, indikasi, dan dosis

Suhu penyimpanan

Masa simpan (hari)

FFP dan kriopresipitat: 36 bulan pada ≤ −25 °C, atau 3 bulan pada −18 s/d −25 °C.

Ringkasan komponen darah

KomponenVolume per unitSuhu & masa simpanIndikasi utamaDosis & perkiraan kenaikanLama pemberian
Whole Blood (WB)±350 ml (kantong 350) / ±450 ml + antikoagulan2–6 °C; CPD 21 hari, CPDA-1 35 hariPerdarahan masif dengan hipovolemia; transfusi tukar1 unit ↑ Hb ±1 g/dL (dewasa 70 kg)≤ 4 jam
Packed Red Cell (PRC)±200–300 ml; Ht 50–70% (SAGM) / 65–75% (tanpa larutan aditif)2–6 °C; CPDA-1 35 hari, SAGM 42 hariAnemia simtomatik; Hb < 7 g/dL (restriktif), < 8 g/dL pada penyakit jantung/bedah ortopedi1 unit ↑ Hb ±1 g/dL; anak 10–15 ml/kg ↑ Hb ±2–3 g/dL≤ 4 jam; 15 menit pertama pelan
Washed Erythrocyte (WE)±180–250 ml2–6 °C; ≤ 24 jam (sistem terbuka)Riwayat reaksi alergi berat/anafilaksis berulang, defisiensi IgA dengan anti-IgA, PNH (pilihan)Seperti PRC (kehilangan sel ±10–20%)≤ 4 jam
PRC leukodeplesiSeperti PRCSeperti PRCCegah FNHTR berulang, aloimunisasi HLA, transmisi CMV; talasemia, calon transplantasiSeperti PRC; leukosit sisa < 1×10⁶/unit≤ 4 jam
PRC iradiasiSeperti PRC2–6 °C; ≤ 28 hari setelah iradiasi (tidak melewati masa simpan awal)Cegah TA-GVHD: imunodefisiensi seluler, transplantasi sel punca, donor keluarga, analog purin, transfusi intrauterinDosis iradiasi 25 Gy (minimal 15 Gy di semua titik)≤ 4 jam
Trombosit Konsentrat (TC) dari WB±50–70 ml; ≥ 6×10¹⁰ trombosit20–24 °C, agitasi terus-menerus; 5 hariProfilaksis < 10.000/µL; < 20.000 dengan demam/sepsis; < 50.000 perdarahan aktif/tindakan invasif; < 100.000 bedah saraf/mata1 unit/10 kg BB (4–6 unit dewasa) ↑ ±20–40×10³/µL30–60 menit per pool
TC Aferesis±200–300 ml; ≥ 3×10¹¹20–24 °C, agitasi; 5 hariSeperti TC; pasien refrakter imun (HLA-matched)1 unit ↑ ±30–60×10³/µL (dewasa)30–60 menit
Fresh Frozen Plasma (FFP)±150–250 ml≤ −25 °C 36 bulan; setelah dicairkan 2–6 °C ≤ 24 jamPerdarahan dengan defisiensi faktor multipel (PT/APTT > 1,5× normal), DIC, transfusi masif, TTP (plasma exchange), reversal warfarin bila PCC tidak ada10–15 ml/kg ↑ kadar faktor ±15–20%±30 menit per unit (maks 10–20 ml/kg/jam)
Kriopresipitat (AHF)±15–30 ml; FVIII ≥ 70 IU, fibrinogen ≥ 140 mg≤ −25 °C 36 bulan; setelah dicairkan suhu ruang ≤ 4–6 jamFibrinogen < 150 mg/dL dengan perdarahan (< 200 mg/dL pada perdarahan obstetri), DIC, hipofibrinogenemia; hemofilia A/vWD bila konsentrat tak ada1 unit/5–10 kg BB; 1 unit/10 kg ↑ fibrinogen ±50 mg/dLSecepatnya, 10–20 menit per pool
Plasma miskin kriopresipitat±150–200 ml≤ −25 °CPlasma exchange pada TTP (alternatif FFP)Sesuai volume plasma exchangeSesuai prosedur

Angka masa simpan dan indikasi bersifat acuan umum. Ikuti Permenkes 91/2015 tentang Standar Pelayanan Transfusi Darah, SPO UTD pemasok, dan PPK RS.

Kapan memilih komponen khusus

Kondisi pasienLeukodeplesiIradiasiDicuci (WE)CMV-aman
Talasemia / transfusi kronik✔–bila alergi berulang–
FNHTR berulang (≥ 2 kali)✔–––
Alergi berat / anafilaksis berulang––✔–
Transplantasi sel punca / imunodefisiensi seluler berat✔✔–✔
Penerima darah dari keluarga (donor sedarah)–✔––
Limfoma Hodgkin, terapi fludarabin/analog purin–✔––
Neonatus prematur, transfusi intrauterin✔✔–✔
Defisiensi IgA dengan anti-IgA––✔ (atau donor IgA-defisien)–

Pembuatan komponen darah

Pemisahan berdasarkan perbedaan berat jenis: eritrosit paling berat di dasar, lalu leukosit dan trombosit (buffy coat), lalu plasma di atas.

Lapisan dalam kantong darah setelah sentrifugasi

Metode PRP (platelet-rich plasma)

Whole blood dalam kantong triple/quadruple. Simpan 20–24 °C bila akan dibuat TC; proses ≤ 8 jam.
▼
Putaran ringan (soft spin) ±2.000×g, 3–5 menit, 20–24 °C
▼
PRC + larutan aditif (SAGM) → 2–6 °C
PRP dipindah ke kantong satelit
▼
Putaran berat (hard spin) PRP ±5.000×g, 5–7 menit, 20–24 °C
▼
FFP (plasma miskin trombosit) → beku ≤ 8 jam sejak donasi, ≤ −25 °C
TC: sisakan 50–70 ml plasma, istirahatkan 1 jam, lalu agitasi 20–24 °C

Metode buffy coat

Whole blood dalam kantong top-and-bottom; boleh disimpan semalam 20–24 °C (≤ 24 jam)
▼
Putaran berat ±3.000–5.000×g, 10 menit, 20–24 °C
▼
Plasma (atas) → FFP
Buffy coat (tengah)
PRC (bawah) + SAGM
▼
Pool 4–6 buffy coat ABO sama + 1 unit plasma atau larutan aditif trombosit (PAS)
▼
Putaran ringan ±500×g, 6 menit → supernatan kaya trombosit melalui filter leukosit
▼
TC pool leukodeplesi (setara 1 dosis dewasa)

Kriopresipitat dari FFP

FFP dicairkan perlahan pada 1–6 °C (kulkas semalam atau penangas air 4 °C)
▼
Putaran berat pada 1–6 °C ±5.000×g, 5–6 menit
▼
Plasma miskin kriopresipitat dipindahkan
Kriopresipitat ±15–20 ml plasma tersisa → bekukan kembali ≤ 1 jam

Washed Erythrocyte

PRC (sebaiknya ≤ 7–14 hari)
▼
Tambahkan NaCl 0,9% steril ±1–2 L total, campur, putar berat, buang supernatan
▼
Ulangi 3 kali (sistem steril/tertutup lebih baik)
▼
WE + NaCl / larutan aditif; simpan 2–6 °C, pakai ≤ 24 jam (sistem terbuka)

Kalkulator RCF (×g) ↔ RPM

RCF = 1,118 × 10⁻⁵ × r (cm) × RPM². Radius r diukur dari pusat rotor ke dasar mangkuk (bucket) saat terayun.

Standar kontrol mutu (QC) komponen

KomponenParameterSyaratFrekuensi uji
PRC (SAGM)Hematokrit0,50–0,701% produksi (min. 4 unit/bulan)
Hemoglobin≥ 43 g/unit (≥ 45 g/unit tanpa aditif)
Hemolisis akhir masa simpan< 0,8% massa eritrosit
PRC leukodeplesiLeukosit sisa< 1×10⁶/unit (90% unit)1% (min. 10 unit/bulan)
TC dari WBJumlah trombosit≥ 60×10⁹/unit (≥ 5,5×10¹⁰ pada 90% unit)1% (min. 10 unit/bulan)
pH akhir masa simpan≥ 6,4
SwirlingPositif (bergelombang saat diputar di depan cahaya)
TC aferesisJumlah trombosit≥ 2–3×10¹¹/unit1% (min. 10/bulan)
FFPFaktor VIII≥ 0,70 IU/ml (≥ 70% plasma segar)Tiap 3 bulan, 10 unit
Sel sisaEritrosit < 6×10⁹/L, leukosit < 0,1×10⁹/L, trombosit < 50×10⁹/L1%
KriopresipitatFaktor VIII≥ 70 IU/unitTiap 2 bulan, 4–10 unit
Fibrinogen≥ 140 mg/unit

Acuan Council of Europe Guide dan AABB; samakan dengan Permenkes 91/2015 dan SPO UTD.

Kalkulator dosis komponen

PRC

Trombosit

FFP

Kriopresipitat

Laju pemberian dan hal praktis

Komponen15 menit pertamaLaju lanjutan (dewasa)AnakSet infus
PRC / WB±2 ml/menit, pasien diawasi1 unit dalam 1,5–3 jam (maks 4 jam); risiko TACO: 1 ml/kg/jam10–15 ml/kg dalam 3–4 jamFilter 170–200 µm
TrombositPelan, amati reaksi1 dosis dalam 30–60 menit10–15 ml/kg dalam 30–60 menitSet baru, filter 170–200 µm
FFPPelan10–20 ml/kg/jam10–20 ml/kg/jamFilter 170–200 µm
Kriopresipitat–Secepat yang ditoleransiSecepat yang ditoleransiFilter 170–200 µm
  • Jangan menambahkan obat atau cairan selain NaCl 0,9% ke kantong/jalur darah (Ringer laktat mengandung kalsium → bekuan; dekstrosa → hemolisis).
  • Penghangatan darah hanya dengan alat penghangat tervalidasi (≤ 42 °C), terutama pada transfusi cepat > 50 ml/kg/jam atau transfusi tukar.
  • Single-unit policy pada pasien stabil non-perdarahan: beri 1 unit PRC, evaluasi ulang klinis & Hb sebelum unit berikutnya.

Protokol transfusi masif (ringkas)

Aktivasi: perdarahan > 150 ml/menit, atau kebutuhan > 4 unit PRC dalam 1 jam, atau skor ABC ≥ 2 (trauma tembus, sistolik ≤ 90, nadi ≥ 120, FAST positif).

Paket awal: PRC : FFP : TC = 1 : 1 : 1 (mis. 6 PRC : 6 FFP : 1 dosis TC). Darurat sebelum golongan diketahui: PRC O (D-negatif untuk perempuan usia subur bila ada), plasma AB.

Target: Hb 7–9 g/dL, trombosit > 50×10³/µL (> 100 pada cedera kepala), PT/APTT < 1,5× normal, fibrinogen > 150–200 mg/dL, Ca²⁺ terionisasi > 1,1 mmol/L, suhu > 35 °C, pH > 7,2.

Tambahan: asam traneksamat 1 g IV dalam 3 jam pertama (trauma/PPH), lalu 1 g dalam 8 jam. Periksa darah lengkap, koagulasi, fibrinogen, BGA tiap 30–60 menit.

Evaluasi kenaikan pasca transfusi

Kenaikan hemoglobin setelah PRC

Periksa Hb paling cepat 15 menit setelah transfusi pada pasien tanpa perdarahan (keseimbangan volume cepat); 24 jam bila ada pergeseran cairan.

Respons transfusi trombosit (CCI & PPR)

Alur dugaan refrakter trombosit

CCI 1 jam < 5.000–7.500 pada ≥ 2 transfusi berturut-turut dengan TC ABO-kompatibel, segar (≤ 3 hari)
▼
CCI 1 jam rendah → curigai imun: antibodi HLA kelas I (paling sering), HPA, ABO mayor inkompatibel. Periksa skrining antibodi HLA; beri TC aferesis HLA-matched / crossmatch-compatible.
CCI 1 jam baik, 24 jam rendah (< 4.500) → non-imun: demam, sepsis, DIC, splenomegali, perdarahan aktif, obat (amfoterisin, vankomisin), VOD. Atasi penyebab, pertimbangkan dosis lebih sering.

Patokan penilaian

KomponenParameterRespons adekuatBila tidak adekuat, pikirkan
PRCKenaikan Hb aktual / perkiraan≥ 80% (±1 g/dL per unit dewasa)Perdarahan berlanjut, hemolisis (DHTR, AIHA), hemodilusi, hipersplenisme, salah waktu/lokasi sampling
TrombositCCI 1 jam / 24 jam> 7.500 / > 4.500Imun (HLA/HPA) vs non-imun (lihat alur)
TrombositPPR 1 jam / 24 jam> 30% / > 20%Sama seperti CCI
FFPPT/INR, APTTKoreksi mendekati < 1,5× normal, perdarahan berkurangDosis kurang, konsumsi (DIC), defisiensi fibrinogen, antikoagulan
KriopresipitatFibrinogenNaik ±50 mg/dL per 1 unit/10 kgKonsumsi, perdarahan berlanjut, fibrinolisis

Reaksi transfusi

Langkah segera bila dicurigai reaksi

  1. Hentikan transfusi. Pertahankan akses IV dengan NaCl 0,9% melalui set infus baru.
  2. Periksa ulang identitas pasien, label kantong, dan formulir permintaan di samping tempat tidur.
  3. Ukur tanda vital (TD, nadi, suhu, napas, SpO₂); nilai jalan napas dan sirkulasi.
  4. Laporkan ke DPJP dan Bank Darah/UPDRS.
  5. Kirim kantong + set infus, sampel darah pasien pasca reaksi (EDTA & beku), dan urin pertama ke laboratorium.

Waktu awitan berbagai reaksi

Triase gejala

Centang yang ditemukan. Aplikasi menentukan kategori klinis (I ringan, II sedang, III mengancam jiwa) dan urutan dugaan jenis reaksi.

Waktu awitan sejak transfusi dimulai

Tanda dan gejala

Dugaan jenis reaksi

Skor bantu berdasar pola gejala; diagnosis akhir memerlukan pemeriksaan laboratorium.

Klasifikasi reaksi transfusi

ReaksiAwitanMekanismeGejala khasLaboratoriumTatalaksana & pencegahan
Hemolitik akut (AHTR)Menit – 24 jamInkompatibilitas ABO (anti-A/B IgM ikat komplemen), hemolisis intravaskularDemam, menggigil, nyeri pinggang/dada/lokasi infus, hipotensi, urin merah gelap, perdarahan (DIC), gelisahPlasma merah/pink, DAT +, Hb bebas ↑, LDH ↑, bilirubin indirek ↑, haptoglobin ↓, hemoglobinuria, PT/APTT/D-dimerHentikan, cairan agresif, pertahankan urin > 1 ml/kg/jam (furosemid), atasi DIC/syok. Cegah dengan identifikasi pasien ketat
Febris non-hemolitik (FNHTR)Selama – 4 jam pascaSitokin dari leukosit kantong, antibodi HLA pasien terhadap leukosit donorSuhu ≥ 38 °C dan naik ≥ 1 °C, menggigil, tanpa hipotensiSingkirkan hemolisis & kontaminasi bakteriAntipiretik; leukodeplesi bila berulang. Diagnosis eksklusi
Alergi ringanSelama – 4 jamProtein plasma donor, IgEUrtikaria, gatal, kemerahan lokalTidak perluAntihistamin, transfusi dilanjutkan pelan bila membaik dalam 30 menit
AnafilaksisDetik – 45 menitIgE, anti-IgA pada defisiensi IgA, anti-haptoglobinHipotensi, bronkospasme/stridor, angioedema, syok; tanpa demamKadar IgA & anti-IgA, triptaseAdrenalin 0,01 mg/kg IM (maks 0,5 mg), O₂, cairan. Berikutnya WE atau donor IgA-defisien
TRALI≤ 6 jamAntibodi HLA/HNA donor (sering donor perempuan multipara) + faktor pasienDistres napas akut, hipoksemia, demam, hipotensiFoto toraks infiltrat bilateral tanpa kardiomegali; antibodi HLA/HNA donorSuportif O₂/ventilasi; hindari diuretik. Lapor UTD untuk menonaktifkan donor
TACO≤ 12 jamKelebihan volume, laju terlalu cepat; lansia, gagal jantung/ginjal, anakSesak, ortopnea, hipertensi, takikardia, JVP ↑, edema paruBNP/NT-proBNP ↑ (rasio pasca/pra > 1,5), foto toraks edemaHentikan, posisi duduk, O₂, diuretik. Cegah: laju 1 ml/kg/jam, satu unit lalu evaluasi
Kontaminasi bakteri / sepsisMenit – jam (sering selama transfusi)Bakteri dalam kantong (paling sering TC pada 20–24 °C)Demam tinggi (naik ≥ 2 °C), menggigil hebat, hipotensi, syokPewarnaan Gram & kultur sisa kantong dan darah pasienAntibiotik spektrum luas segera, resusitasi. Lapor UTD untuk karantina komponen sejenis
Reaksi hipotensiSelama – 1 jamBradikinin (terutama pengguna ACE-inhibitor, filter bedside)Penurunan sistolik ≥ 30 mmHg tanpa gejala lainSingkirkan sebab lainHentikan, cairan; cepat membaik
Hemolitik lambat (DHTR)3–14 hari (s/d 28 hari)Respons anamnestik alloantibodi (Kidd, Rh, Duffy, Kell)Hb turun tanpa sebab, ikterus, demam ringanDAT + (sering mixed field), skrining antibodi baru +, eluat, bilirubin & LDH ↑Pantau; pilih donor antigen-negatif; catat antibodi di kartu pasien
Purpura pasca transfusi (PTP)5–12 hariAnti-HPA-1a (umumnya perempuan pernah hamil)Trombositopenia berat, purpura, perdarahanAntibodi HPAIVIG dosis tinggi; trombosit HPA-1a negatif
TA-GVHD2–30 hariLimfosit T donor menyerang jaringan pasien imunokompromais / donor sedarahDemam, ruam eritroderma, diare, gangguan fungsi hati, pansitopeniaBiopsi kulit, kimerisme HLAMortalitas > 90%; pencegahan dengan iradiasi komponen seluler
Kelebihan besiBulan – tahun (> 20 unit)±200–250 mg besi per unit PRCGangguan jantung, hati, endokrinFeritin > 1.000 ng/ml, saturasi transferin, MRI T2*Kelasi besi (deferasiroks, deferipron, deferoksamin)

TRALI vs TACO

ParameterTRALITACO
Tekanan darahHipotensiHipertensi
SuhuBisa demamBiasanya normal
JVPNormalMeningkat
Foto toraksInfiltrat bilateral, jantung normalEdema paru, kardiomegali, efusi
Fraksi ejeksiNormalNormal / turun
BNP / NT-proBNPNormal / sedikit naikNaik (rasio pasca/pra > 1,5)
LeukositLeukopenia transienTetap
Respons diuretikBuruk, bisa memperberatCepat membaik
Awitan≤ 6 jam≤ 12 jam

Pemeriksaan laboratorium reaksi transfusi

PemeriksaanTujuan
Cek klerikal (label, formulir, identitas)Kesalahan identifikasi = penyebab utama AHTR
Inspeksi plasma pasca vs praHemolisis (plasma merah/pink)
Golongan ABO/Rh ulang (sampel pra & pasca, kantong)Inkompatibilitas ABO
DAT sampel pasca (± pra)Sel terlapisi antibodi/komplemen
Skrining antibodi & crossmatch ulangAlloantibodi yang terlewat
Hb, bilirubin, LDH, haptoglobin, urinalisisBukti hemolisis
PT, APTT, fibrinogen, D-dimerDIC
Gram & kultur kantong, kultur darah pasienKontaminasi bakteri
Foto toraks, BNP, BGATRALI vs TACO
IgA, anti-IgA, triptaseAnafilaksis

Teks laporan reaksi transfusi

Isi lalu salin ke formulir hemovigilans RS. Gejala yang dicentang di triase ikut masuk otomatis. Data hanya tersimpan di halaman ini selama dibuka.