Alur transfusi dari pembuluh darah donor ke pasien
Setiap tahap punya titik kritis. Klik modul di bawah untuk alat bantu interpretasi dan kalkulator.
Prinsip keselamatan yang tidak boleh dilewati
- Identifikasi pasien minimal 2 identitas (nama + tanggal lahir/No. RM) saat pengambilan sampel dan di samping tempat tidur.
- Label tabung ditulis di samping pasien, segera setelah sampel diambil.
- Sampel uji silang berlaku ≤ 3 hari (72 jam) bila pasien ditransfusi atau hamil dalam 3 bulan terakhir.
- Satu unit PRC selesai ≤ 4 jam sejak keluar dari suhu terkendali.
- Pantau tanda vital sebelum, 15 menit pertama, tiap jam, dan akhir transfusi.
- Hentikan transfusi segera bila muncul gejala reaksi, pertahankan jalur infus NaCl 0,9%.
Golongan darah ABO & Rh(D) metode gel
Pilih derajat reaksi tiap mikrotube. Gambar kartu dan interpretasi berubah langsung. Golongan baru sah bila pemeriksaan sel (forward) dan serum (reverse) sesuai, dan kontrol negatif.
Masukan reaksi
Interpretasi
Pola reaksi normal
| Golongan | Anti-A | Anti-B | Sel A1 | Sel B | Antigen di sel | Antibodi di serum | Frekuensi kira-kira di Indonesia* |
|---|---|---|---|---|---|---|---|
| A | 4+ | 0 | 0 | 2–4+ | A | anti-B | ±25% |
| B | 0 | 4+ | 2–4+ | 0 | B | anti-A | ±30% |
| AB | 4+ | 4+ | 0 | 0 | A dan B | tidak ada | ±7% |
| O | 0 | 0 | 2–4+ | 2–4+ | tidak ada (H) | anti-A, anti-B, anti-A,B | ±38% |
*Perkiraan kasar dari berbagai laporan donor; bervariasi menurut daerah. Rh(D) negatif di Indonesia < 1%, sehingga stok D-negatif perlu direncanakan khusus.
Penyebab diskrepansi ABO dan langkah penyelesaian
| Kelompok | Temuan | Penyebab umum | Langkah |
|---|---|---|---|
| I – reverse lemah/hilang | Reaksi sel A1/B lebih lemah dari harapan atau negatif | Neonatus < 4–6 bulan, lansia, hipogamaglobulinemia, imunosupresi, transplantasi sumsum | Inkubasi serum + sel 15–30 menit suhu ruang / 4 °C (dengan kontrol sel O & autokontrol); cek kadar Ig |
| II – forward lemah/hilang | Anti-A/anti-B lemah, mixed field | Subgrup A (A2, A3, Ax), leukemia, antigen B didapat, transfusi non-identik, transplantasi beda ABO | Anti-A1 lektin, anti-A,B, inkubasi lebih lama, riwayat transfusi/transplantasi, uji saliva sekretor |
| III – protein/plasma | Reaksi tambahan semua sel, rouleaux | Mieloma, makroglobulinemia, dekstran/HES, Wharton’s jelly (sampel tali pusat) | Cuci sel 3× dengan NaCl, teknik saline replacement untuk reverse |
| IV – lain-lain | Reaksi tak terduga di reverse | Anti-A1 pada A2/A2B, alloantibodi dingin (anti-M, anti-P1, anti-Lea), autoantibodi dingin, polyaglutinasi | Uji pada 37 °C, prewarm, autoadsorpsi dingin, sel skrining pada suhu ruang |
Selama diskrepansi belum terselesaikan dan transfusi mendesak: berikan PRC golongan O (D sesuai) dan plasma/trombosit golongan AB.
Matriks kompatibilitas ABO menurut komponen
Sel darah merah (PRC)
Plasma (FFP, kriopresipitat)
| Komponen | Aturan ABO | Aturan Rh(D) |
|---|---|---|
| PRC / WE / sel cuci | Sel donor harus kompatibel dengan antibodi plasma pasien | D-negatif untuk pasien D-negatif, terutama perempuan usia subur & anak |
| Whole blood | Harus ABO identik | Identik |
| FFP, plasma, kriopresipitat | Plasma donor kompatibel dengan sel pasien; AB = donor plasma universal | Tidak perlu dicocokkan |
| Trombosit (TC) | Utamakan ABO identik; bila tidak ada, pilih yang plasmanya kompatibel. Hindari plasma O titer tinggi untuk penerima non-O (anak kecil) | D-negatif untuk perempuan D-negatif usia subur; bila terpaksa D-positif, beri imunoglobulin anti-D |
Crossmatch metode gel (LISS/Coombs)
Gel berfungsi sebagai saringan. Sel yang teraglutinasi tertahan di atas atau di dalam gel; sel yang tidak teraglutinasi turun ke dasar mikrotube saat sentrifugasi.
Derajat reaksi pada mikrotube gel
Baca dalam 30 menit setelah sentrifugasi, kartu tegak di depan latar putih terang. Gelembung udara, fibrin, atau sel tertinggal di dinding bisa menyerupai reaksi lemah: ulangi bila ragu.
Pembanding: derajat reaksi metode tabung (setelah sentrifugasi dan dikocok lembut)
Interpretasi crossmatch otomatis
Mayor = serum pasien + sel donor. Minor = plasma donor + sel pasien. AC (autokontrol) = serum pasien + sel pasien. DCT = sel pasien langsung pada AHG.
Tabel pola hasil crossmatch
| Mayor | Minor | AC | Kemungkinan penyebab | Tindakan | Status |
|---|---|---|---|---|---|
| − | − | − | Kompatibel | Darah dapat dikeluarkan | Keluarkan |
| − | + | − | Antibodi ireguler dalam plasma donor | Ganti kantong donor. Darurat: PRC dengan plasma minimal atau Washed Erythrocyte. Informasikan ke UTD | Ganti donor |
| − | + | + | Sel pasien terlapisi antibodi (DCT positif): autoantibodi, obat, reaksi lambat | Bandingkan derajat: minor ≤ AC → dapat dikeluarkan dengan catatan. Minor > AC → curigai antibodi di plasma donor, ganti donor | Bersyarat |
| + | − | − | Alloantibodi ireguler pasien terhadap antigen donor, atau salah golongan ABO | Periksa ulang golongan pasien & donor; skrining & identifikasi antibodi; pilih donor antigen-negatif | Jangan keluarkan |
| + | + | − | Golongan ABO pasien/donor tidak sesuai, kesalahan identitas sampel | Ulang golongan darah pasien dan donor dari sampel baru; telusuri kesalahan administrasi | Jangan keluarkan |
| + | + | + | Autoantibodi (AIHA tipe hangat) ± alloantibodi | Mayor ≤ AC → pilih unit dengan derajat terendah, keluarkan atas persetujuan DPJP, transfusi pelan & awasi. Mayor > AC → curigai alloantibodi tambahan: skrining, adsorpsi, rujuk | Bersyarat |
Skrining & identifikasi antibodi ireguler
Skrining memakai 2–3 sel golongan O dengan fenotipe diketahui (antigram). Hasil positif dilanjutkan identifikasi dengan panel 10–11 sel.
Skrining 3 sel
Antigram sel skrining (contoh)
Antigram ini contoh ilustratif. Selalu gunakan antigram dari lot reagen yang dipakai.
Pola hasil skrining antibodi
| Sel skrining | AC / DCT | Interpretasi | Langkah berikut |
|---|---|---|---|
| Semua negatif | − | Tidak terdeteksi alloantibodi ireguler | Crossmatch; antibodi terhadap antigen frekuensi rendah tetap mungkin lolos |
| Sebagian positif | − | Alloantibodi tunggal atau ganda | Panel identifikasi, rule-out, fenotipe pasien, pilih donor antigen-negatif |
| Semua positif, derajat sama | − | Antibodi terhadap antigen frekuensi tinggi, atau beberapa alloantibodi | Panel + enzim, sel langka, rujuk laboratorium rujukan imunohematologi |
| Semua positif, derajat berbeda | − | Alloantibodi ganda, efek dosis | Panel lengkap, panel enzim, seleksi sel |
| Semua positif | + | Autoantibodi hangat ± alloantibodi tersamar | DAT monospesifik, eluasi, autoadsorpsi (bila tak ditransfusi 3 bulan) atau alloadsorpsi |
| Semua negatif | + | Antibodi terikat sel tanpa antibodi bebas: AIHA awal, obat, reaksi hemolitik lambat, HDFN | DAT IgG/C3d, eluasi + panel eluat, riwayat transfusi & obat |
| Positif + AC mixed field | DP | Alloantibodi baru terhadap sel yang baru ditransfusikan | Curigai reaksi hemolitik lambat (DHTR): eluasi, LDH, bilirubin, haptoglobin |
Panduan panel identifikasi 11 sel
Panel dikerjakan bila skrining antibodi positif. Tujuannya menjawab tiga pertanyaan: antibodi apa, apakah ada lebih dari satu, dan darah donor apa yang aman.
1. Istilah yang perlu dipahami
| Istilah | Arti | Contoh |
|---|---|---|
| Sel panel | 10–11 vial sel darah merah golongan O dari donor berbeda, fenotipe antigennya sudah diketahui | ID-DiaPanel, Surgiscreen/Resolve |
| Antigram | Lembar tabel yang menyertai tiap lot panel: baris = nomor sel, kolom = antigen, isi + (ada) atau 0 (tidak ada) | Sel 3: E +, e 0 |
| Homozigot | Sel hanya membawa satu dari pasangan alel, sehingga antigennya “dosis ganda” dan bereaksi lebih kuat | Jk(a+b−), E+e−, M+N− |
| Heterozigot | Sel membawa kedua alel (dosis tunggal); antibodi lemah bisa tidak bereaksi | Jk(a+b+), E+e+ |
| Efek dosis | Antibodi bereaksi lebih kuat dengan sel homozigot daripada heterozigot | Khas anti-Jka, anti-Jkb, Rh, Fy, MNS |
| Rule-out (eksklusi) | Mencoret antigen yang ada pada sel non-reaktif: bila antibodinya ada, sel itu pasti bereaksi | Sel negatif ber-antigen K → coret anti-K |
| Rule-in | Mencocokkan pola: antigen kandidat ada di semua sel reaktif dan tidak ada di sel non-reaktif | Kolom E = kolom reaksi |
| Rule of three | Minimal 3 sel antigen-positif reaktif dan 3 sel antigen-negatif non-reaktif, agar kesimpulan bermakna statistik (p ≤ 0,05) | Bila hanya 2 sel K+ → tambah sel K+ |
| Sel seleksi | Sel tambahan (lot panel lain/sel skrining) yang dipilih khusus untuk menyingkirkan atau memastikan antigen tertentu | Sel E−, Jk(a+b−) untuk menyingkirkan anti-Jka |
2. Langkah kerja di meja (metode gel LISS/Coombs)
Volume di bawah mengikuti contoh sistem Bio-Rad ID. Untuk Ortho BioVue atau merek lain, ikuti sisipan kemasan.
Contoh hasil kartu (pola anti-E)
3. Langkah analisis
| No | Langkah | Yang dilakukan | Hasil yang dicari |
|---|---|---|---|
| 1 | Nilai autokontrol | Lihat mikrotube AC | AC negatif → alloantibodi, lanjut langkah 2. AC positif → autoantibodi/DAT positif: periksa DAT, adsorpsi dulu; bila AC mixed field dan baru ditransfusi → curigai DHTR |
| 2 | Lihat pola umum | Hitung sel reaktif, bandingkan kekuatan reaksi, perhatikan fase | Semua sel sama kuat → antigen frekuensi tinggi. Kekuatan bervariasi → efek dosis atau antibodi ganda. Hanya reaktif dingin → IgM, umumnya tidak bermakna klinis |
| 3 | Rule-out (coret) | Ambil sel non-reaktif satu per satu. Coret setiap antigen yang + pada sel itu. Untuk C/c, E/e, Fya/Fyb, Jka/Jkb, M/N, S/s: coret hanya bila sel homozigot (pasangan alelnya 0). D, K, Lea, Leb, P1 boleh dicoret dengan satu sel | Antigen yang tidak tercoret = kandidat |
| 4 | Cocokkan pola (rule-in) | Bandingkan kolom antigen kandidat dengan kolom reaksi, baris demi baris | Kandidat yang “+ tepat di sel reaktif dan 0 tepat di sel non-reaktif” = antibodi yang paling mungkin |
| 5 | Rule of three | Hitung sel antigen+ reaktif dan sel antigen− non-reaktif | Keduanya ≥ 3 → kesimpulan sah. Kurang → tambah sel seleksi |
| 6 | Singkirkan kandidat sisa | Kandidat yang belum tercoret tetapi polanya tidak cocok harus diuji dengan sel seleksi: negatif untuk antibodi utama dan positif homozigot untuk antigen sisa | Sel seleksi non-reaktif → antigen sisa tersingkir. Reaktif → ada antibodi kedua |
| 7 | Fenotipe pasien | Periksa antigen pada sel pasien dengan antisera | Antigen tersebut harus negatif pada pasien (alloantibodi tidak dibuat terhadap antigen sendiri). Tidak sahih bila transfusi < 3 bulan → pakai sel retikulosit atau genotipe |
| 8 | Pilih darah & dokumentasi | Fenotipe unit donor, crossmatch fase AHG | Berikan unit antigen-negatif dan kompatibel. Catat antibodi di rekam medis dan kartu antibodi pasien seumur hidup, informasikan DPJP & pasien |
Jumlah kantong yang perlu difenotipe ≈ jumlah unit dibutuhkan ÷ frekuensi antigen-negatif di populasi donor. Contoh: perlu 2 unit, antigen-negatif 50% → fenotipe ±4 kantong. Antibodi ganda: kalikan frekuensinya (50% × 30% = 15% → ±13 kantong).
4. Contoh berjalan langkah demi langkah
5. Jebakan yang sering terjadi
| Masalah | Tanda | Jalan keluar |
|---|---|---|
| Efek dosis | Sel heterozigot negatif/lemah, homozigot kuat | Jangan mencoret dengan sel heterozigot; pakai sel homozigot atau panel enzim |
| Antibodi Kidd evanescent | Reaksi lemah atau sudah tak terdeteksi, tetapi riwayat DHTR | Telusuri catatan antibodi lama; tetap beri darah Jk-negatif |
| Antibodi ganda | Tidak ada satu kolom yang cocok; kekuatan reaksi bervariasi | Cari 2 kandidat yang gabungannya menjelaskan semua sel reaktif; panel enzim; sel seleksi |
| Antibodi dingin | Reaksi pada suhu ruang, lemah/hilang pada 37 °C | Prewarm 37 °C; anti-M, anti-Lea, anti-P1 umumnya tidak bermakna bila tidak reaktif di AHG 37 °C |
| Antigen frekuensi tinggi | Semua sel panel positif, AC negatif | Rujuk ke laboratorium imunohematologi rujukan; skrining donor keluarga |
| Antigen frekuensi rendah | Hanya 1 sel reaktif, tidak ada antigen di antigram yang cocok | Mis. anti-Mia, anti-Dia, anti-Wra: cek antigen tambahan di antigram lot; crossmatch AHG umumnya cukup |
| Antibodi pasif | Anti-D lemah pada ibu yang mendapat imunoglobulin anti-D; antibodi dari IVIG/plasma | Telusuri riwayat obat; anti-D pasif titer rendah (≤ 4) |
| Obat daratumumab (anti-CD38) | Semua sel panel positif lemah, AC negatif | Perlakuan sel panel dengan DTT; tanyakan riwayat terapi mieloma |
| Rouleaux | Semua mikrotube positif lemah, termasuk AC | Saline replacement (metode tabung), cuci sel |
| Salah antigram | Pola tidak masuk akal | Pastikan lot lembar antigram sama dengan lot sel panel |
6. Cara memakai alat panel di bawah
- Samakan antigram dengan lembar lot Anda: klik kotak + / 0 untuk mengubahnya (antigram awal hanya contoh).
- Isi derajat reaksi tiap sel di kolom Reaksi, lalu isi Autokontrol.
- Biarkan pilihan aturan dosis tercentang (standar kerja).
- Baca warna judul kolom: abu-abu dicoret = tersingkir, kuning = belum tersingkir, merah muda = polanya cocok.
- Baca tabel kandidat:
- Ag+ reaktif: sel yang punya antigen dan bereaksi (mendukung).
- Ag− non-reaktif: sel tanpa antigen dan tidak bereaksi (mendukung).
- Ag− tapi reaktif: ada sel reaktif yang tidak dijelaskan antigen ini → curigai antibodi lain.
- Ag+ tapi non-reaktif: biasanya sel heterozigot (efek dosis) atau antibodi lemah.
- Ikuti kalimat kesimpulan dan langkah 5–8 di atas: rule of three, sel seleksi, fenotipe pasien, pemilihan darah.
Panel identifikasi 11 sel + rule-out otomatis
Isi derajat reaksi tiap sel. Antigen yang ada pada sel non-reaktif dicoret (rule-out). Klik sel antigram (+/0) untuk menyesuaikan dengan antigram lot reagen Anda. Contoh awal: pola anti-E.
Antibodi ireguler bermakna klinis
| Antibodi | Kelas Ig | Fase optimal | Enzim | Reaksi hemolitik | HDFN | Catatan |
|---|---|---|---|---|---|---|
| Anti-D | IgG | AHG 37 °C | ↑ | Ya, berat | Berat | Profilaksis anti-D pada ibu D-negatif |
| Anti-c | IgG | AHG | ↑ | Ya | Sedang–berat | Sering bersama anti-E pada R1R1 |
| Anti-E | IgG (kadang IgM) | AHG | ↑ | Ya | Ringan–sedang | Alloantibodi Rh paling sering ditemukan |
| Anti-C, anti-e | IgG | AHG | ↑ | Ya | Ringan–sedang | Anti-e bisa tampak sebagai autoantibodi |
| Anti-K | IgG | AHG | tetap | Ya | Berat (menekan eritropoiesis) | Pilih donor K-negatif (~91% populasi Kaukasia; di Asia K+ sangat jarang) |
| Anti-Fya / Fyb | IgG | AHG | dirusak | Ya | Ringan–berat | Hilang pada panel enzim (papain/ficin) |
| Anti-Jka / Jkb | IgG, ikat komplemen | AHG | ↑ | Ya, sering lambat (DHTR) | Ringan | Titer cepat turun (evanescent); efek dosis kuat. Catat seumur hidup di kartu pasien |
| Anti-S / s / U | IgG | AHG | bervariasi | Ya | Ringan–berat | |
| Anti-Mia (Mur) | IgG/IgM | Suhu ruang & AHG | dirusak | Ya | Ya | Relevan di Asia Tenggara; pastikan sel skrining memuat Mia+ |
| Anti-Dia | IgG | AHG | tetap | Ya | Ya | Antigen Dia lebih sering pada populasi Asia/Mongoloid |
| Anti-M | IgM (± IgG) | Suhu ruang / 4 °C | dirusak | Jarang | Jarang | Bermakna hanya bila reaktif pada 37 °C / AHG |
| Anti-N, anti-P1 | IgM | Dingin | N dirusak, P1 ↑ | Jarang | Tidak | Umumnya tidak bermakna klinis |
| Anti-Lea / Leb | IgM | Suhu ruang | ↑ | Jarang | Tidak | Antigen Lewis tidak berkembang pada sel janin |
Interpretasi DAT (Direct Antiglobulin Test) monospesifik
| Anti-IgG | Anti-C3d | Kemungkinan |
|---|---|---|
| + | − | AIHA tipe hangat, reaksi hemolitik lambat, HDFN, antibodi akibat obat (penisilin, sefalosporin) |
| + | + | AIHA tipe hangat, SLE, kompleks imun akibat obat |
| − | + | Penyakit aglutinin dingin, paroxysmal cold hemoglobinuria (antibodi Donath-Landsteiner), AIHA IgM hangat, reaksi transfusi inkompatibel ABO |
| − | − | Bila tetap ada hemolisis: AIHA DAT-negatif (IgA, IgG afinitas rendah), hemolisis non-imun (mikroangiopati, enzimopati, membranopati) |
Komponen darah: penyimpanan, indikasi, dan dosis
Suhu penyimpanan
Masa simpan (hari)
FFP dan kriopresipitat: 36 bulan pada ≤ −25 °C, atau 3 bulan pada −18 s/d −25 °C.
Ringkasan komponen darah
| Komponen | Volume per unit | Suhu & masa simpan | Indikasi utama | Dosis & perkiraan kenaikan | Lama pemberian |
|---|---|---|---|---|---|
| Whole Blood (WB) | ±350 ml (kantong 350) / ±450 ml + antikoagulan | 2–6 °C; CPD 21 hari, CPDA-1 35 hari | Perdarahan masif dengan hipovolemia; transfusi tukar | 1 unit ↑ Hb ±1 g/dL (dewasa 70 kg) | ≤ 4 jam |
| Packed Red Cell (PRC) | ±200–300 ml; Ht 50–70% (SAGM) / 65–75% (tanpa larutan aditif) | 2–6 °C; CPDA-1 35 hari, SAGM 42 hari | Anemia simtomatik; Hb < 7 g/dL (restriktif), < 8 g/dL pada penyakit jantung/bedah ortopedi | 1 unit ↑ Hb ±1 g/dL; anak 10–15 ml/kg ↑ Hb ±2–3 g/dL | ≤ 4 jam; 15 menit pertama pelan |
| Washed Erythrocyte (WE) | ±180–250 ml | 2–6 °C; ≤ 24 jam (sistem terbuka) | Riwayat reaksi alergi berat/anafilaksis berulang, defisiensi IgA dengan anti-IgA, PNH (pilihan) | Seperti PRC (kehilangan sel ±10–20%) | ≤ 4 jam |
| PRC leukodeplesi | Seperti PRC | Seperti PRC | Cegah FNHTR berulang, aloimunisasi HLA, transmisi CMV; talasemia, calon transplantasi | Seperti PRC; leukosit sisa < 1×10⁶/unit | ≤ 4 jam |
| PRC iradiasi | Seperti PRC | 2–6 °C; ≤ 28 hari setelah iradiasi (tidak melewati masa simpan awal) | Cegah TA-GVHD: imunodefisiensi seluler, transplantasi sel punca, donor keluarga, analog purin, transfusi intrauterin | Dosis iradiasi 25 Gy (minimal 15 Gy di semua titik) | ≤ 4 jam |
| Trombosit Konsentrat (TC) dari WB | ±50–70 ml; ≥ 6×10¹⁰ trombosit | 20–24 °C, agitasi terus-menerus; 5 hari | Profilaksis < 10.000/µL; < 20.000 dengan demam/sepsis; < 50.000 perdarahan aktif/tindakan invasif; < 100.000 bedah saraf/mata | 1 unit/10 kg BB (4–6 unit dewasa) ↑ ±20–40×10³/µL | 30–60 menit per pool |
| TC Aferesis | ±200–300 ml; ≥ 3×10¹¹ | 20–24 °C, agitasi; 5 hari | Seperti TC; pasien refrakter imun (HLA-matched) | 1 unit ↑ ±30–60×10³/µL (dewasa) | 30–60 menit |
| Fresh Frozen Plasma (FFP) | ±150–250 ml | ≤ −25 °C 36 bulan; setelah dicairkan 2–6 °C ≤ 24 jam | Perdarahan dengan defisiensi faktor multipel (PT/APTT > 1,5× normal), DIC, transfusi masif, TTP (plasma exchange), reversal warfarin bila PCC tidak ada | 10–15 ml/kg ↑ kadar faktor ±15–20% | ±30 menit per unit (maks 10–20 ml/kg/jam) |
| Kriopresipitat (AHF) | ±15–30 ml; FVIII ≥ 70 IU, fibrinogen ≥ 140 mg | ≤ −25 °C 36 bulan; setelah dicairkan suhu ruang ≤ 4–6 jam | Fibrinogen < 150 mg/dL dengan perdarahan (< 200 mg/dL pada perdarahan obstetri), DIC, hipofibrinogenemia; hemofilia A/vWD bila konsentrat tak ada | 1 unit/5–10 kg BB; 1 unit/10 kg ↑ fibrinogen ±50 mg/dL | Secepatnya, 10–20 menit per pool |
| Plasma miskin kriopresipitat | ±150–200 ml | ≤ −25 °C | Plasma exchange pada TTP (alternatif FFP) | Sesuai volume plasma exchange | Sesuai prosedur |
Angka masa simpan dan indikasi bersifat acuan umum. Ikuti Permenkes 91/2015 tentang Standar Pelayanan Transfusi Darah, SPO UTD pemasok, dan PPK RS.
Kapan memilih komponen khusus
| Kondisi pasien | Leukodeplesi | Iradiasi | Dicuci (WE) | CMV-aman |
|---|---|---|---|---|
| Talasemia / transfusi kronik | ✔ | – | bila alergi berulang | – |
| FNHTR berulang (≥ 2 kali) | ✔ | – | – | – |
| Alergi berat / anafilaksis berulang | – | – | ✔ | – |
| Transplantasi sel punca / imunodefisiensi seluler berat | ✔ | ✔ | – | ✔ |
| Penerima darah dari keluarga (donor sedarah) | – | ✔ | – | – |
| Limfoma Hodgkin, terapi fludarabin/analog purin | – | ✔ | – | – |
| Neonatus prematur, transfusi intrauterin | ✔ | ✔ | – | ✔ |
| Defisiensi IgA dengan anti-IgA | – | – | ✔ (atau donor IgA-defisien) | – |
Pembuatan komponen darah
Pemisahan berdasarkan perbedaan berat jenis: eritrosit paling berat di dasar, lalu leukosit dan trombosit (buffy coat), lalu plasma di atas.
Lapisan dalam kantong darah setelah sentrifugasi
Metode PRP (platelet-rich plasma)
Metode buffy coat
Kriopresipitat dari FFP
Washed Erythrocyte
Kalkulator RCF (×g) ↔ RPM
RCF = 1,118 × 10⁻⁵ × r (cm) × RPM². Radius r diukur dari pusat rotor ke dasar mangkuk (bucket) saat terayun.
Standar kontrol mutu (QC) komponen
| Komponen | Parameter | Syarat | Frekuensi uji |
|---|---|---|---|
| PRC (SAGM) | Hematokrit | 0,50–0,70 | 1% produksi (min. 4 unit/bulan) |
| Hemoglobin | ≥ 43 g/unit (≥ 45 g/unit tanpa aditif) | ||
| Hemolisis akhir masa simpan | < 0,8% massa eritrosit | ||
| PRC leukodeplesi | Leukosit sisa | < 1×10⁶/unit (90% unit) | 1% (min. 10 unit/bulan) |
| TC dari WB | Jumlah trombosit | ≥ 60×10⁹/unit (≥ 5,5×10¹⁰ pada 90% unit) | 1% (min. 10 unit/bulan) |
| pH akhir masa simpan | ≥ 6,4 | ||
| Swirling | Positif (bergelombang saat diputar di depan cahaya) | ||
| TC aferesis | Jumlah trombosit | ≥ 2–3×10¹¹/unit | 1% (min. 10/bulan) |
| FFP | Faktor VIII | ≥ 0,70 IU/ml (≥ 70% plasma segar) | Tiap 3 bulan, 10 unit |
| Sel sisa | Eritrosit < 6×10⁹/L, leukosit < 0,1×10⁹/L, trombosit < 50×10⁹/L | 1% | |
| Kriopresipitat | Faktor VIII | ≥ 70 IU/unit | Tiap 2 bulan, 4–10 unit |
| Fibrinogen | ≥ 140 mg/unit |
Acuan Council of Europe Guide dan AABB; samakan dengan Permenkes 91/2015 dan SPO UTD.
Kalkulator dosis komponen
PRC
Trombosit
FFP
Kriopresipitat
Laju pemberian dan hal praktis
| Komponen | 15 menit pertama | Laju lanjutan (dewasa) | Anak | Set infus |
|---|---|---|---|---|
| PRC / WB | ±2 ml/menit, pasien diawasi | 1 unit dalam 1,5–3 jam (maks 4 jam); risiko TACO: 1 ml/kg/jam | 10–15 ml/kg dalam 3–4 jam | Filter 170–200 µm |
| Trombosit | Pelan, amati reaksi | 1 dosis dalam 30–60 menit | 10–15 ml/kg dalam 30–60 menit | Set baru, filter 170–200 µm |
| FFP | Pelan | 10–20 ml/kg/jam | 10–20 ml/kg/jam | Filter 170–200 µm |
| Kriopresipitat | – | Secepat yang ditoleransi | Secepat yang ditoleransi | Filter 170–200 µm |
- Jangan menambahkan obat atau cairan selain NaCl 0,9% ke kantong/jalur darah (Ringer laktat mengandung kalsium → bekuan; dekstrosa → hemolisis).
- Penghangatan darah hanya dengan alat penghangat tervalidasi (≤ 42 °C), terutama pada transfusi cepat > 50 ml/kg/jam atau transfusi tukar.
- Single-unit policy pada pasien stabil non-perdarahan: beri 1 unit PRC, evaluasi ulang klinis & Hb sebelum unit berikutnya.
Protokol transfusi masif (ringkas)
Aktivasi: perdarahan > 150 ml/menit, atau kebutuhan > 4 unit PRC dalam 1 jam, atau skor ABC ≥ 2 (trauma tembus, sistolik ≤ 90, nadi ≥ 120, FAST positif).
Paket awal: PRC : FFP : TC = 1 : 1 : 1 (mis. 6 PRC : 6 FFP : 1 dosis TC). Darurat sebelum golongan diketahui: PRC O (D-negatif untuk perempuan usia subur bila ada), plasma AB.
Target: Hb 7–9 g/dL, trombosit > 50×10³/µL (> 100 pada cedera kepala), PT/APTT < 1,5× normal, fibrinogen > 150–200 mg/dL, Ca²⁺ terionisasi > 1,1 mmol/L, suhu > 35 °C, pH > 7,2.
Tambahan: asam traneksamat 1 g IV dalam 3 jam pertama (trauma/PPH), lalu 1 g dalam 8 jam. Periksa darah lengkap, koagulasi, fibrinogen, BGA tiap 30–60 menit.
Evaluasi kenaikan pasca transfusi
Kenaikan hemoglobin setelah PRC
Periksa Hb paling cepat 15 menit setelah transfusi pada pasien tanpa perdarahan (keseimbangan volume cepat); 24 jam bila ada pergeseran cairan.
Respons transfusi trombosit (CCI & PPR)
Alur dugaan refrakter trombosit
Patokan penilaian
| Komponen | Parameter | Respons adekuat | Bila tidak adekuat, pikirkan |
|---|---|---|---|
| PRC | Kenaikan Hb aktual / perkiraan | ≥ 80% (±1 g/dL per unit dewasa) | Perdarahan berlanjut, hemolisis (DHTR, AIHA), hemodilusi, hipersplenisme, salah waktu/lokasi sampling |
| Trombosit | CCI 1 jam / 24 jam | > 7.500 / > 4.500 | Imun (HLA/HPA) vs non-imun (lihat alur) |
| Trombosit | PPR 1 jam / 24 jam | > 30% / > 20% | Sama seperti CCI |
| FFP | PT/INR, APTT | Koreksi mendekati < 1,5× normal, perdarahan berkurang | Dosis kurang, konsumsi (DIC), defisiensi fibrinogen, antikoagulan |
| Kriopresipitat | Fibrinogen | Naik ±50 mg/dL per 1 unit/10 kg | Konsumsi, perdarahan berlanjut, fibrinolisis |
Reaksi transfusi
Langkah segera bila dicurigai reaksi
- Hentikan transfusi. Pertahankan akses IV dengan NaCl 0,9% melalui set infus baru.
- Periksa ulang identitas pasien, label kantong, dan formulir permintaan di samping tempat tidur.
- Ukur tanda vital (TD, nadi, suhu, napas, SpO₂); nilai jalan napas dan sirkulasi.
- Laporkan ke DPJP dan Bank Darah/UPDRS.
- Kirim kantong + set infus, sampel darah pasien pasca reaksi (EDTA & beku), dan urin pertama ke laboratorium.
Waktu awitan berbagai reaksi
Triase gejala
Centang yang ditemukan. Aplikasi menentukan kategori klinis (I ringan, II sedang, III mengancam jiwa) dan urutan dugaan jenis reaksi.
Waktu awitan sejak transfusi dimulai
Tanda dan gejala
Dugaan jenis reaksi
Skor bantu berdasar pola gejala; diagnosis akhir memerlukan pemeriksaan laboratorium.
Klasifikasi reaksi transfusi
| Reaksi | Awitan | Mekanisme | Gejala khas | Laboratorium | Tatalaksana & pencegahan |
|---|---|---|---|---|---|
| Hemolitik akut (AHTR) | Menit – 24 jam | Inkompatibilitas ABO (anti-A/B IgM ikat komplemen), hemolisis intravaskular | Demam, menggigil, nyeri pinggang/dada/lokasi infus, hipotensi, urin merah gelap, perdarahan (DIC), gelisah | Plasma merah/pink, DAT +, Hb bebas ↑, LDH ↑, bilirubin indirek ↑, haptoglobin ↓, hemoglobinuria, PT/APTT/D-dimer | Hentikan, cairan agresif, pertahankan urin > 1 ml/kg/jam (furosemid), atasi DIC/syok. Cegah dengan identifikasi pasien ketat |
| Febris non-hemolitik (FNHTR) | Selama – 4 jam pasca | Sitokin dari leukosit kantong, antibodi HLA pasien terhadap leukosit donor | Suhu ≥ 38 °C dan naik ≥ 1 °C, menggigil, tanpa hipotensi | Singkirkan hemolisis & kontaminasi bakteri | Antipiretik; leukodeplesi bila berulang. Diagnosis eksklusi |
| Alergi ringan | Selama – 4 jam | Protein plasma donor, IgE | Urtikaria, gatal, kemerahan lokal | Tidak perlu | Antihistamin, transfusi dilanjutkan pelan bila membaik dalam 30 menit |
| Anafilaksis | Detik – 45 menit | IgE, anti-IgA pada defisiensi IgA, anti-haptoglobin | Hipotensi, bronkospasme/stridor, angioedema, syok; tanpa demam | Kadar IgA & anti-IgA, triptase | Adrenalin 0,01 mg/kg IM (maks 0,5 mg), O₂, cairan. Berikutnya WE atau donor IgA-defisien |
| TRALI | ≤ 6 jam | Antibodi HLA/HNA donor (sering donor perempuan multipara) + faktor pasien | Distres napas akut, hipoksemia, demam, hipotensi | Foto toraks infiltrat bilateral tanpa kardiomegali; antibodi HLA/HNA donor | Suportif O₂/ventilasi; hindari diuretik. Lapor UTD untuk menonaktifkan donor |
| TACO | ≤ 12 jam | Kelebihan volume, laju terlalu cepat; lansia, gagal jantung/ginjal, anak | Sesak, ortopnea, hipertensi, takikardia, JVP ↑, edema paru | BNP/NT-proBNP ↑ (rasio pasca/pra > 1,5), foto toraks edema | Hentikan, posisi duduk, O₂, diuretik. Cegah: laju 1 ml/kg/jam, satu unit lalu evaluasi |
| Kontaminasi bakteri / sepsis | Menit – jam (sering selama transfusi) | Bakteri dalam kantong (paling sering TC pada 20–24 °C) | Demam tinggi (naik ≥ 2 °C), menggigil hebat, hipotensi, syok | Pewarnaan Gram & kultur sisa kantong dan darah pasien | Antibiotik spektrum luas segera, resusitasi. Lapor UTD untuk karantina komponen sejenis |
| Reaksi hipotensi | Selama – 1 jam | Bradikinin (terutama pengguna ACE-inhibitor, filter bedside) | Penurunan sistolik ≥ 30 mmHg tanpa gejala lain | Singkirkan sebab lain | Hentikan, cairan; cepat membaik |
| Hemolitik lambat (DHTR) | 3–14 hari (s/d 28 hari) | Respons anamnestik alloantibodi (Kidd, Rh, Duffy, Kell) | Hb turun tanpa sebab, ikterus, demam ringan | DAT + (sering mixed field), skrining antibodi baru +, eluat, bilirubin & LDH ↑ | Pantau; pilih donor antigen-negatif; catat antibodi di kartu pasien |
| Purpura pasca transfusi (PTP) | 5–12 hari | Anti-HPA-1a (umumnya perempuan pernah hamil) | Trombositopenia berat, purpura, perdarahan | Antibodi HPA | IVIG dosis tinggi; trombosit HPA-1a negatif |
| TA-GVHD | 2–30 hari | Limfosit T donor menyerang jaringan pasien imunokompromais / donor sedarah | Demam, ruam eritroderma, diare, gangguan fungsi hati, pansitopenia | Biopsi kulit, kimerisme HLA | Mortalitas > 90%; pencegahan dengan iradiasi komponen seluler |
| Kelebihan besi | Bulan – tahun (> 20 unit) | ±200–250 mg besi per unit PRC | Gangguan jantung, hati, endokrin | Feritin > 1.000 ng/ml, saturasi transferin, MRI T2* | Kelasi besi (deferasiroks, deferipron, deferoksamin) |
TRALI vs TACO
| Parameter | TRALI | TACO |
|---|---|---|
| Tekanan darah | Hipotensi | Hipertensi |
| Suhu | Bisa demam | Biasanya normal |
| JVP | Normal | Meningkat |
| Foto toraks | Infiltrat bilateral, jantung normal | Edema paru, kardiomegali, efusi |
| Fraksi ejeksi | Normal | Normal / turun |
| BNP / NT-proBNP | Normal / sedikit naik | Naik (rasio pasca/pra > 1,5) |
| Leukosit | Leukopenia transien | Tetap |
| Respons diuretik | Buruk, bisa memperberat | Cepat membaik |
| Awitan | ≤ 6 jam | ≤ 12 jam |
Pemeriksaan laboratorium reaksi transfusi
| Pemeriksaan | Tujuan |
|---|---|
| Cek klerikal (label, formulir, identitas) | Kesalahan identifikasi = penyebab utama AHTR |
| Inspeksi plasma pasca vs pra | Hemolisis (plasma merah/pink) |
| Golongan ABO/Rh ulang (sampel pra & pasca, kantong) | Inkompatibilitas ABO |
| DAT sampel pasca (± pra) | Sel terlapisi antibodi/komplemen |
| Skrining antibodi & crossmatch ulang | Alloantibodi yang terlewat |
| Hb, bilirubin, LDH, haptoglobin, urinalisis | Bukti hemolisis |
| PT, APTT, fibrinogen, D-dimer | DIC |
| Gram & kultur kantong, kultur darah pasien | Kontaminasi bakteri |
| Foto toraks, BNP, BGA | TRALI vs TACO |
| IgA, anti-IgA, triptase | Anafilaksis |
Teks laporan reaksi transfusi
Isi lalu salin ke formulir hemovigilans RS. Gejala yang dicentang di triase ikut masuk otomatis. Data hanya tersimpan di halaman ini selama dibuka.